Kamis, 13 Desember 2012

Jenis-jenis Model Pembelajaran Kooperatif


Untuk mencapai tujuan pembelajaran ada tiga strategi yang biasa dilakukan, yaitu bersifat individualistik, kompetitif, dan kooperatif. Tujuan pembelajaran bersifat kooperatif terjadi apabila dalam upaya mencapai tujuan itu dikerjakan secara bersama-sama antara siswa dengan siswa dalam satu kelompok yang saling membantu satu dengan lainnya.  Ketika dua orang bekerjasama memikul balok, maka kegagalan salah satu berarti kegagalan bagi lainnya (Ibrahim, 2005).
Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda.
Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran.
Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.
·          Macam-macam P. Kooperatif :
a.    Pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala bernomor (NHT = Number Heads Together)
§  Guru menyampaikan materi pembelajaran atau permasalahan kepada siswa sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.
§  Guru memberikan kuis secara individual kepada siswa untuk mendapatkan skor dasar atau awal.
§  Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4–5 siswa, setiap anggota kelompok diberi nomor atau nama.
§  Guru mengajukan permasalahan untuk dipecahkan bersama dalam kelompok.
§  Guru mengecek pemahaman siswa dengan menyebut salah satu nomor(nama) anggota kelompok untuk menjawab. Jawaban salah satu siswa yang ditunjuk oleh guru merupakan wakil jawaban dari kelompok.
§  Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberikan penegasan pada akhir pembelajaran.
§  Guru memberikan tes/kuis kepada siswa secara individual.
§  Guru memberi penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya(terkini).
b.    Cooperative Learning Tipe Jigsaw
§  Tugas dibagi dalam sejumlah kelompok yang telah ditetapkan.
§  Di dalam kelompok pangkalan yang terdiri atas enam peserta didik, terdapat enam pertanyaan untuk dijawab, atau enam potongan informasi untuk ditemukan atau enam bagian suatu metode untuk dirancang atau diperiksa.
§  Dalam setiap kelompok pangkalan, setiap peserta didik meneliti satu dari isu atau pertanyaan yang berbeda-beda.
§  Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen (4 sampai 6 siswa). Setiap kelompok diberi materi/soal-soal tertentu untuk dipelajari/dikerjakan.
§  Ketua kelompok membagi materi/tugas guru agar menjadi topik-topik kecil (sub-sub soal) untuk dipelajari/dikerjakan oleh masing-masing anggota kelompok (misalnya, setiap siswa dalam 1 kelompok mendapat 1 soal yang berbeda).
§  Anggota kelompok yang mempelajari sub-sub bab atau soal  yang sama bertemu untuk mendiskusikan sub-bab (atau soal) tersebut sampai mengerti benar isi dari sub bab tersebut atau cara menyelesaikan soal tersebut.
§  Kemudian siswa itu kembali ke kelompok asalnya dan bergantian mengajar teman dalam satu kelompoknya. 
c.    STAD  (Student Teams-Achievement Divisions)
§  Mengajar: Guru mempresentasikan materi pelajaran.
§  Belajar dalam Tim: Siswa belajar melalui kegiatan kerja dalam tim/kelompok mereka dengan dipandu oleh LKS, untuk menuntaskan materi pelajaran.
§  Pemberian Kuis: Siswa mengerjakan kuis secara individual dan siswa tidak boleh bekerja sama.
§  Penghargaan: pemberian penghargaan kepada siswa yang berprestasi dan tim/kelompok yang memperoleh skor tertinggi dalam kuis (Mohamad Nur, 1999:23).
§  Guru dapat meminta para siswa untuk mempelajari suatu pokok bahasan yang segera akan dibahas, di rumah masing-masing.
§   Di kelas, guru membentuk kelompok belajar yang heterogen dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka.
§  Guru membagikan LKS. Setiap kelompok diberi 2 set.
§  Anjurkan agar setiap siswa dalam kelompok dapat mengerjakan LKS secara ber-pasangan dua-dua atau tigaan. Kemudian saling mengecek pekerjaannya di antara teman dalam pasangan atau tigaan itu.
§  Bila ada siswa yang tidak dapat mengerjakan LKS, teman 1 tim/kelompok ber-tanggung jawab untuk menjelaskan kepada temannya yang tidak bisa tadi.
§  Berikan kunci LKS agar siswa dapat mengecek pekerjaannya sendiri.
§   Bila ada pertanyaan dari siswa, mintalah mereka mengajukan pertanyaan itu kepada teman satu kelompok sebelum mengajukannya kepada guru.
§  Guru berkeliling untuyk mengawasi kinerja kelompok.
d.    Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI  ( Teams Assisted Individualization )
§  Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI ini mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran individual.
§  Tipe ini dirancang oleh Slavin untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran lebih banyak digunakan untuk pemecahan masalah.
§  Ciri khas pada tipe TAI ini adalah setiap siswa secara  individual  belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru.
§  Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran secara individual yang sudah dipersiapkan oleh guru.
§  Guru memberikan kuis/tes kepada setiap siswa secara individual sehingga akan diperoleh skor awal.
§  Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok, dengan stiap kelompok terdiri dari 4 – 5 siswa dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda baik tingkat kemampuan tingi, sedang dan rendah serta jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras yang berbeda serta kesetaraan gender.
§  Hasil belajar siswa secara individu didiskusikan dalam kelompok. Dalam diskusi kelompok, anggota kelompok saling memeriksa jawaban teman satu kelompok.
§  Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan dan memberikan penegasan pada materi yang telah dipelajari.
§  Guru memberikan tes kuis  kepada siswa secara individu
§  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor berikutnya. 

1 komentar:

Kamis, 13 Desember 2012

Jenis-jenis Model Pembelajaran Kooperatif

Diposkan oleh Rani Andromeda di 17.49

Untuk mencapai tujuan pembelajaran ada tiga strategi yang biasa dilakukan, yaitu bersifat individualistik, kompetitif, dan kooperatif. Tujuan pembelajaran bersifat kooperatif terjadi apabila dalam upaya mencapai tujuan itu dikerjakan secara bersama-sama antara siswa dengan siswa dalam satu kelompok yang saling membantu satu dengan lainnya.  Ketika dua orang bekerjasama memikul balok, maka kegagalan salah satu berarti kegagalan bagi lainnya (Ibrahim, 2005).
Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda.
Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran.
Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.
·          Macam-macam P. Kooperatif :
a.    Pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala bernomor (NHT = Number Heads Together)
§  Guru menyampaikan materi pembelajaran atau permasalahan kepada siswa sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.
§  Guru memberikan kuis secara individual kepada siswa untuk mendapatkan skor dasar atau awal.
§  Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4–5 siswa, setiap anggota kelompok diberi nomor atau nama.
§  Guru mengajukan permasalahan untuk dipecahkan bersama dalam kelompok.
§  Guru mengecek pemahaman siswa dengan menyebut salah satu nomor(nama) anggota kelompok untuk menjawab. Jawaban salah satu siswa yang ditunjuk oleh guru merupakan wakil jawaban dari kelompok.
§  Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberikan penegasan pada akhir pembelajaran.
§  Guru memberikan tes/kuis kepada siswa secara individual.
§  Guru memberi penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya(terkini).
b.    Cooperative Learning Tipe Jigsaw
§  Tugas dibagi dalam sejumlah kelompok yang telah ditetapkan.
§  Di dalam kelompok pangkalan yang terdiri atas enam peserta didik, terdapat enam pertanyaan untuk dijawab, atau enam potongan informasi untuk ditemukan atau enam bagian suatu metode untuk dirancang atau diperiksa.
§  Dalam setiap kelompok pangkalan, setiap peserta didik meneliti satu dari isu atau pertanyaan yang berbeda-beda.
§  Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen (4 sampai 6 siswa). Setiap kelompok diberi materi/soal-soal tertentu untuk dipelajari/dikerjakan.
§  Ketua kelompok membagi materi/tugas guru agar menjadi topik-topik kecil (sub-sub soal) untuk dipelajari/dikerjakan oleh masing-masing anggota kelompok (misalnya, setiap siswa dalam 1 kelompok mendapat 1 soal yang berbeda).
§  Anggota kelompok yang mempelajari sub-sub bab atau soal  yang sama bertemu untuk mendiskusikan sub-bab (atau soal) tersebut sampai mengerti benar isi dari sub bab tersebut atau cara menyelesaikan soal tersebut.
§  Kemudian siswa itu kembali ke kelompok asalnya dan bergantian mengajar teman dalam satu kelompoknya. 
c.    STAD  (Student Teams-Achievement Divisions)
§  Mengajar: Guru mempresentasikan materi pelajaran.
§  Belajar dalam Tim: Siswa belajar melalui kegiatan kerja dalam tim/kelompok mereka dengan dipandu oleh LKS, untuk menuntaskan materi pelajaran.
§  Pemberian Kuis: Siswa mengerjakan kuis secara individual dan siswa tidak boleh bekerja sama.
§  Penghargaan: pemberian penghargaan kepada siswa yang berprestasi dan tim/kelompok yang memperoleh skor tertinggi dalam kuis (Mohamad Nur, 1999:23).
§  Guru dapat meminta para siswa untuk mempelajari suatu pokok bahasan yang segera akan dibahas, di rumah masing-masing.
§   Di kelas, guru membentuk kelompok belajar yang heterogen dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka.
§  Guru membagikan LKS. Setiap kelompok diberi 2 set.
§  Anjurkan agar setiap siswa dalam kelompok dapat mengerjakan LKS secara ber-pasangan dua-dua atau tigaan. Kemudian saling mengecek pekerjaannya di antara teman dalam pasangan atau tigaan itu.
§  Bila ada siswa yang tidak dapat mengerjakan LKS, teman 1 tim/kelompok ber-tanggung jawab untuk menjelaskan kepada temannya yang tidak bisa tadi.
§  Berikan kunci LKS agar siswa dapat mengecek pekerjaannya sendiri.
§   Bila ada pertanyaan dari siswa, mintalah mereka mengajukan pertanyaan itu kepada teman satu kelompok sebelum mengajukannya kepada guru.
§  Guru berkeliling untuyk mengawasi kinerja kelompok.
d.    Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI  ( Teams Assisted Individualization )
§  Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI ini mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran individual.
§  Tipe ini dirancang oleh Slavin untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran lebih banyak digunakan untuk pemecahan masalah.
§  Ciri khas pada tipe TAI ini adalah setiap siswa secara  individual  belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru.
§  Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran secara individual yang sudah dipersiapkan oleh guru.
§  Guru memberikan kuis/tes kepada setiap siswa secara individual sehingga akan diperoleh skor awal.
§  Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok, dengan stiap kelompok terdiri dari 4 – 5 siswa dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda baik tingkat kemampuan tingi, sedang dan rendah serta jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras yang berbeda serta kesetaraan gender.
§  Hasil belajar siswa secara individu didiskusikan dalam kelompok. Dalam diskusi kelompok, anggota kelompok saling memeriksa jawaban teman satu kelompok.
§  Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan dan memberikan penegasan pada materi yang telah dipelajari.
§  Guru memberikan tes kuis  kepada siswa secara individu
§  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor berikutnya. 

1 komentar on "Jenis-jenis Model Pembelajaran Kooperatif"

RNBachtiar on 27 Desember 2013 09.53 mengatakan...

Makasih adik cayang bwt tulisannya...?

Poskan Komentar

Blogroll

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA SILAHKAN MAMPIR DULU ISI GUEST BOOK YA
 
Aku dan Kisahku Blogger Template by Ipietoon Blogger Template