Minggu, 29 September 2013

Filsafat (Pendahuluan)

Kita sering mendengar istilah filsafat, baik melalui seminar filsafat maupun membaca hasil-hasil karya para ilmuan yang membahas tentang filsafat. Dalam hal membaca karya-karya filsafat seringkali kita tidak terlalu memperhatikan jenis-jenis bacaan yang kita baca, tetapi hanya membaca untuk mengisi waktu luang tanpa mempunyai keinginan untuk mendapatkan pengertian, maksud dan pesan dari bacaan bersangkutan.
Untuk itu, bilamana kita tertarik untuk membaca karya-karya filsafat serta ingin mendalaminya kita perlu memahami terlebih dahulu kekhasan dari filsafat itu sendiri. Seperti apakah kekhasan filsafat jika dibandingkan dengan karya-kara lain  (sastra ilmu sosial, hukum, dan pengetahuan ilmiah lainnya). Dari manakah filsafat tersebut diperoleh, dan bagaimana cara mengusahakannya. Dan mungkin masih ada pertanyaan lain sebagai kelanjutan yang terkait dengan masalah-masalah filsafat.
1.      Pengertian Filsafat
Secara epistimologi, istilah filsafat berasal dari dari Arab falsafah yang sama artinya dengan kata filsafat yang merupakan terjemahan dari bahasa Yunani Philosophia. Kata ini terdiri dari dua suku kata yaitu Philein yang artinya cinta atau mencari, dan Sophia yang berarti kebijaksanaan. Sehingga menurut asal katanya, filsafat (philosophia) berarti “mencintai kebijaksanaan” atau “mencintai kebenaran”. Cinta dalam hal ini mempunyai makna yang luas yaitu ingin dan berusaha untuk mencapai yang diinginkan. Sedangkan kebijaksanaanberarti “pandai”, tahu secara mendalam dan seluas-luasnya, baik secara teoritis maupun sampai dengan keputusan untuk bertindak (Hamersma, 1981 : 10).
Dari segi praktisnya, filsafat berarti alam berfikir. Jadi berfilsafat berarti berfikir, oleh karena itu akal pikiran menjadi berperan dalam hal ini. Meskipun demikian, tidak semua berfikir itu berarti berfilsafat. Berfilsafat berarti berpikir secara mendasar, mendalam, untuk mendapatkan hakikat, substansi dari sesuatu yang dipikirkan. Seorang filsuf hanyalah orang yang memahami dan memikirkan dengan sungguh-sungguh dan mendalam tentang hakikat segala sesuatu, hakikat dibalik dari suatu hal atau benda yang dipikirkan.
Sedangkan dari segi ilmiahnya, filsafat adalah hasil pemikiran manusia secara kritis dan radikal, mendalam, mendasar, sampai pada intinya, hakikatnya, substansinya terhadap sesuatu yang dipikirkan.
2.    Lingkup Pengertian Filsafat
Sebelum mengetahui tentang ruang lingkup filsafat, maka perlu dipahami dulu tentang objek materia dan forma dari filsafat.
a.       Objek Materia Filsafat : yaitu objek pembahasan filsafat yang meliputi segala sesuatu baik yang bersifat material konkret seperti manusia, alam, benda, binatang dan lain sebagainya, maupun sesuatu yang bersifat abstrak misalnya nilai, ide-ide, ideologi, oral, pandangan hidup dan lain sebagainya.
b.      Objek Forma Filsafat : adalah cara memandang seseorang peneliti terhadap objek materia tersebut, suatu objek materia tertentu dapat ditinjau dari berbagai macam sudut pandang yang berbeda.
Selanjutnya, bidang ruang lingkup pengertian filsafat adalah :
a.       Filsafat sebagai suatu kebijaksanaan yang rasional dari segala sesuatu.
b.      Filsafat sebagai suatu sikap dan pandangan hidup
c.       Filsafat sebagai suatu kelompok persoalan
d.      Filsafat sebagai suatu kelompok teori dari sistem pemikiran
e.       Filsafat sebagai suatu proses kritis dan sistematis dari segala pengetahuan manusia
f.       Filsafat sebagai suatu usaha untuk memperoleh pandangan yang komprehensif


0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA SILAHKAN MAMPIR DULU ISI GUEST BOOK YA
 
Aku dan Kisahku Blogger Template by Ipietoon Blogger Template